DaerahKota KotamobaguKota Manado

Tragedi Drag Race Kotamobagu, TIDAR dan IMI Sulut Saling Lempar Tanggung Jawab, Sorongan : Harus Gentle  

Jefry Sorongan. INSERT : Yulius Selvanus.Rio Dondokambey, Standius Bara Prima

Kotamobagu, KOMENTARNEWS -Tragedi maut di arena drag race TIDAR Championship di Kelurahan Upay, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang menewaskan delapan orang dan menyebabkan puluhan warga luka-luka, terus menuai sorotan.

Kali ini, sorotan tajam di arahkan kepada TIDAR dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara pihak pihak dari unsur penyelenggaraan,

Kedua pihak dinilai belum menunjukkan sikap empati yang cukup terhadap para korban dan keluarga korban.

Pemerhati Sosial dan Pemerintahan, Jefry Sorongan mempertanyakan sikap TIDAR dan IMI Sulut yang tidak menunjukan sikap gentle belum tampil secara terbuka memberikan pernyataan terkait tragedi tersebut bahkan terkesan saling lempar tanggung jawab

Menurut Sorongan, tragedi itu bukan sekadar insiden biasa dalam sebuah pertandingan. Delapan nyawa melayang dan puluhan warga mengalami luka-luka. Kondisi tersebut seharusnya mendorong panitia maupun organisasi olahraga (IMI Sulut) yang menaungi kegiatan untuk segera hadir, menyampaikan belasungkawa, serta memberikan perhatian kepada para korban.

“Ini bukan kecelakaan kecil. Delapan orang meninggal dunia dan puluhan warga luka-luka. Seharusnya TIDAR dan IMI Sulut yang merekomendasi ijin harus tampil menunjukkan empati. Jangan justru terkesan saling lempar bola lepat tanggung jawab,” tegas Sorongan.

Ia meminta Ketua TIDAR Sulut, Standius Bara Prima dan IMI Sulut Rio Dondokambey bersikap gentle dan tidak membiarkan publik bertanya-tanya mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sorongan menilai, apabila sebuah event otomotif digelar secara resmi dan melibatkan banyak peserta serta penonton, maka aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Ketika kemudian terjadi tragedi dengan korban jiwa dalam jumlah besar, pihak penyelenggara dan organisasi terkait semestinya memberikan penjelasan secara terbuka.

“Jangan setelah terjadi tragedi semua pihak kemudian mencari posisi aman. TIDAR harus bicara, IMI juga harus bicara. Publik berhak mengetahui bagaimana kegiatan ini bisa berlangsung, bagaimana standar keselamatannya, serta siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sorongan juga mempertanyakan mengapa hingga kini belum terlihat langkah nyata dari pihak-pihak terkait untuk menunjukkan kepedulian kepada korban dan keluarga korban.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah keluarga korban merupakan bentuk empati paling sederhana yang seharusnya dilakukan.

“Minimal datang ke rumah korban, sampaikan belasungkawa dan tunjukkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Jangan hanya diam ketika delapan orang sudah kehilangan nyawa,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang menjadi penyelenggara atau siapa yang memberikan izin.

Yang lebih penting, kata Sorongan, adalah memastikan seluruh aspek pelaksanaan kegiatan diperiksa secara terbuka, termasuk kelayakan lokasi, pengamanan, pengaturan penonton, hingga jaminan keselamatan.

“Secara kasat mata memang lokasi itu tidak memenuhi syarat digelar iven balap.mobil,  dilaksanakan di jalan umum. Tidak ada race safety plan yang jelas. Termasuk pengaturan jarak aman antara lintasan dengan posisi penonton sangat dekat. Kalau memang kegiatan ini resmi, maka semua prosedur harus jelas termasuk adanya perlindungan asuransi bagi masyarakat yang menonton. Jangan sampai ketika terjadi musibah, tanggung jawab justru dilempar dari satu pihak ke pihak lainnya,” tegasnya.

Sorongan berharap TIDAR dan IMI Sulut segera memberikan penjelasan kepada publik sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap para korban.

“Ini soal kemanusiaan. Jangan tunggu masyarakat terus mempertanyakan. TIDAR dan IMI harus tampil, buka semuanya secara transparan dan tunjukkan empati kepada korban,” pungkasnya.(bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button