Aktivis BMR Abo Mokoginta Soroti Polemik Dump Truck Kuning : Jangan Benturkan Walikota Dengan Masyarakat

Weny Gaib, Abo’ Mokoginta
KOTAMOBAGU, KOMENTARNEWS – Polemik terkait dump truck kuning yang menjadi perhatian publik pascainspeksi penertiban BBM jenis solar di wilayah Pontodon, Kotamobagu, terus menjadi perbincangan di media sosial.
Salah satu aktivis BMR, Rahmat Abo Mokoginta, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Intelijen dan Investigasi Ormas Prabowo Subianto Center (PSC) Sulawesi Utara, menilai pertanyaan yang disampaikan sejumlah aktivis dan masyarakat terkait kendaraan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bentuk serangan terhadap Walikota Kotamobagu dr. Wenny Gaib, Sp.M.
“Menurut saya, apa yang ditanyakan teman-teman aktivis terkait dump truck kuning itu wajar. Masyarakat memang memiliki hak untuk bertanya dan meminta penjelasan terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik. Jangan setiap kritik kemudian diarahkan seolah-olah sedang menyerang Walikota,” ujar Pria yang akrab disapa Abo’ Mokoginta.
Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian justru munculnya akun-akun media sosial yang identitasnya tidak jelas dan kemudian menyerang pihak-pihak yang memberikan kritik kepada pemerintah.
Abo’ Mokoginta menegaskan, jika seseorang benar-benar ingin memberikan dukungan kepada Walikota Wenny Gaib, maka seharusnya dilakukan secara terbuka dan berdasarkan fakta, bukan menggunakan akun anonim atau identitas yang tidak jelas.
“Kalau memang mau membela Walikota, silakan. Tetapi gunakan identitas yang jelas dan argumentasi berdasarkan fakta. Jangan menggunakan akun palsu untuk menyerang orang yang menyampaikan kritik. Karena cara seperti itu justru bisa merugikan nama baik Walikota,” tegasnya.
Abo’ Mokoginta juga mengatakan dirinya mengetahui karakter dr. Wenny Gaib sebagai sosok yang tidak alergi terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, selama kritik tersebut disampaikan secara positif, objektif dan membangun, tidak ada alasan untuk menganggap kritik sebagai ancaman terhadap pemerintah.
“Saya pribadi sangat mengetahui karakter Walikota. Beliau orangnya sederhana dan tidak pernah alergi terhadap kritik maupun masukan. Justru kalau kritiknya positif dan membangun, itu bagian dari kontrol sosial yang harus dihargai,” katanya.
Ia meminta agar persoalan dump truck kuning tidak dipelintir menjadi konflik antara Walikota dengan aktivis maupun masyarakat. Menurut Abo’, mengenai status kendaraan, kepemilikan, keberadaan maupun ada tidaknya pelanggaran merupakan hal yang harus dijelaskan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
“Jangan dibenturkan Walikota dengan aktivis. Kalau ada pertanyaan, jawab dengan data. Kalau ada proses hukum, biarkan aparat yang menangani. Pemerintah sudah melakukan fungsi pengawasan, selanjutnya kita hormati kewenangan aparat,” ujarnya.
Abo’ juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak membuat narasi yang dapat memperkeruh situasi, apalagi menyerang pribadi seseorang hanya karena berbeda pandangan.
“Jangan sampai orang yang mengaku membela Walikota justru menjadi pihak yang paling merugikan Walikota. Membela itu bukan berarti menyerang orang lain. Membela itu memberikan informasi yang benar dan membantu meluruskan persoalan berdasarkan fakta,” tambahnya.
Di sisi lain, Abo’ Mokoginta menegaskan bahwa dukungannya kepada Walikota Kotamobagu tetap berjalan, khususnya terhadap langkah pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penertiban distribusi BBM.
“Dukungan saya kepada Walikota tetap jelas. Tetapi mendukung pemerintah bukan berarti kita harus menutup mata terhadap kritik. Justru pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang siap menerima kritik dan memberikan klarifikasi secara terbuka,” pungkas Rahmat.
Ia berharap polemik dump truck kuning dapat diselesaikan secara objektif dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun opini yang justru merugikan berbagai pihak.
“Mari kita dukung pemerintah, kawal kebijakannya, hormati proses hukum, tetapi jangan gunakan akun palsu untuk membungkam kritik masyarakat,” tutup Abo’ Mokoginta.(bly)



