DaerahKota Kotamobagu

Kisah Warga Kotamobagu, Lolos dari Maut Tragedi Drag Race Upay 

Detik detik Mobil Honda Jazz Menabrak Puluhan Penonton

KOTAMOBAGU, KOMENTARNEWS – Tragedi kecelakaan dalam ajang drag race di Kelurahan Upay, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sabtu (8/8/2026), menyisakan kisah haru. Di tengah insiden yang menelan korban jiwa, seorang warga Kotamobagu, Ferni Moonik, bersama saudaranya yang masih anak-anak, Zidane Mamonto, selamat setelah meninggalkan lokasi beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi.

Unggahan Ferni Moonik

Ajang balap yang digelar oleh klub otomotif Muda Charaka dan TIDAR tersebut berakhir tragis. Sebanyak 16 orang dilaporkan menjadi korban dalam kecelakaan itu. Enam di antaranya dikabarkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka.

Ferni sebelumnya berada di sekitar lokasi kejadian bersama Zidane. Keduanya bahkan sempat berdiri di dekat pagar kayu yang kemudian menjadi titik benturan kendaraan.
Namun, sesuatu yang tampak sederhana justru membuat mereka meninggalkan lokasi.

Zidane tiba-tiba ingin buang air besar dan meminta Ferni untuk pulang. Ferni yang awalnya masih ingin menyaksikan dan merekam jalannya balapan akhirnya mengikuti permintaan tersebut. Keputusan itu kemudian menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi Ferni.

Melalui unggahan di akun Facebook-nya, Ferni menceritakan bahwa sebelum meninggalkan lokasi, ia dan Zidane sempat berada tepat di sekitar pagar yang kemudian dihantam kendaraan saat kecelakaan terjadi.

“Masih ngeri kalau ingat kejadian. Ini pagar torang sempat baku-baku sedu deng opa deng tu ibu pake kaos ijo. Dorang bilang jangan ba sandar di pagar, kayu kamiri kuat sekali. Opa bilang jangan ba sandar, jadi kita ba undur,” tulis Ferni.

Ferni mengaku saat itu sebenarnya masih ingin bertahan di lokasi untuk merekam kendaraan yang akan berlomba. Namun, Zidane terus meminta pulang karena ingin buang air besar.

“Padahal kita masih tahan-tahan mo ba video pas oto mo ba balap, tapi Zidan ba paksa pulang,” ungkapnya.

Tidak lama setelah keduanya meninggalkan lokasi, kecelakaan terjadi. Ferni kemudian mengetahui bahwa pagar tempat dirinya dan Zidane berdiri sebelumnya menjadi salah satu titik yang terdampak kendaraan saat insiden tersebut.

“Ndak sangka ini pagar ini yang oto da singga pas kecelakaan,” tulisnya dengan emotikon menangis.

Ferni juga mengungkapkan bahwa sejak awal berada di arena balapan, dirinya sudah mengingatkan Zidane agar tidak terlalu dekat dengan lintasan.

Ia bahkan sempat melakukan siaran langsung dari lokasi dan meminta Zidane menjauh dari area yang dianggap berbahaya.

“Dari awal maso area balapan kita ba live, kita ada bilang, Kakak Zidan jangan talalu dekat, kage dorang dapa tabrak akang,” tulis Ferni.

Kekhawatiran tersebut akhirnya benar-benar terjadi. Kendaraan mengalami kecelakaan di area yang sebelumnya mereka tempati.

Setelah mengantar Zidane pulang, Ferni kemudian kembali ke Kota Kotamobagu. Tak lama berselang, ia mengetahui adanya kecelakaan melalui siaran langsung di media sosial.

“Pas kita so antar pulang pa Zidan, kita so ke kota. Dorang so ba live kecelakaan pas di torang badiri akang. Ya Allah, sungguh Maha Besar Allah yang masih da kase hindar pa kita deng Zidan,” tulisnya.

Bagi Ferni, peristiwa tersebut menjadi pengalaman iman yang tidak akan mudah dilupakan. “Alhamdulillah ada cara Allah mo kase hindar pa torang kalau belum waktunya,” tulis Ferni.

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyebut keputusan Ferni meninggalkan lokasi bersama Zidane menjadi sebuah pertolongan yang datang melalui hal sederhana.

“Takdir Allah tidak akan meleset. Samua itu adalah jalan Allah. Itu ade adalah perantara biar KK kaluar dari titik di mana Allah sudah rencanakan. Tetap ikhtiar dan selalu istighfar dan bersyukur,” tulis Sakinah Gondong.

Komentar lain datang dari akun Chessy yang menanggapi keinginan Zidane untuk pulang.

“Cium deng sayang tu ade kak. Kalau ndak rasa berak, dia kak ndak pindah,” tulisnya.

Kisah Ferni dan Zidane menjadi salah satu cerita yang muncul dari tragedi drag race di Kelurahan Upay. Di tengah duka akibat kecelakaan tersebut, pengalaman keduanya menjadi pengingat bahwa keselamatan penonton di sekitar arena balap merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.(bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button