DaerahKota Kotamobagu

Aktivis BMR Abo Mokoginta Apresiasi Walikota Kunjungi Korban, Desak Panitia Bertanggung Jawab dan Evaluasi Keselamatan Drag Race

Weny Gaib.Abo Mokoginta

KOTAMOBAGU, KOMENTARNEWS -Ketua Divisi Intelijen dan Investigasi Prabowo Subianto Center (PSC) Sulawesi Utara, Rahmat Mokoginta, yang akrab disapa Abo’ Mokoginta, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kotamobagu dr. Wenny Gaib, S.PM yang bergerak cepat dengan mengunjungi para korban kecelakaan dalam kegiatan kejuaraan drag race di Kota Kotamobagu.

Walikota Weny Gaib Saat Mengunjungi Korban Kecelakaan di Rumah Sakit

Menurut salah satu aktivis BMR ini, langkah Wali Kota turun langsung menemui para korban merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kehadiran pemerintah, kata dia, sangat dibutuhkan untuk memastikan para korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bapak Wali Kota Kotamobagu dr. Wenny Gaib yang langsung turun melihat kondisi para korban. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” ujar Abo Mokoginta.

Namun di sisi lain, Abo Mokoginta secara tegas mendesak panitia penyelenggara drag race untuk tidak lepas tangan terhadap tragedi yang terjadi. Ia meminta panitia menunjukkan tanggung jawab moral maupun organisatoris kepada para korban dan keluarga korban.

“Saya meminta kepada panitia jangan hanya menggelar kegiatan, tetapi ketika terjadi musibah kemudian menyerahkan semuanya kepada pemerintah dan rumah sakit. Panitia harus bertanggung jawab dan memastikan korban mendapatkan pendampingan serta bantuan yang diperlukan,” tegasnya.

Abo juga meminta panitia memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar keselamatan, pengamanan lintasan, posisi penonton, pembatas area, tenaga medis, ambulans, serta prosedur penanganan keadaan darurat yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, jumlah korban dalam peristiwa tersebut harus menjadi alarm serius bahwa aspek keselamatan tidak boleh dianggap sebagai persoalan tambahan dalam sebuah event otomotif.

“Panitia harus menjelaskan kepada publik bagaimana sistem keselamatan diterapkan. Jangan sampai keselamatan hanya menjadi formalitas. Setiap kegiatan yang menghadirkan peserta dan penonton dalam jumlah besar wajib memiliki sistem pengamanan dan mitigasi risiko yang benar-benar siap,” katanya.

Selain itu, Abo Mokoginta mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk mengevaluasi apakah seluruh prosedur keselamatan yang direncanakan benar-benar diterapkan di lapangan.

Ia juga meminta pihak berwenang melakukan penyelidikan secara transparan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan. Abo menegaskan, penyelidikan bukan dimaksudkan untuk melakukan penghakiman terhadap pihak tertentu, tetapi untuk memastikan fakta dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Kita tidak sedang mencari kambing hitam. Tetapi harus ada kejelasan. Kalau ada kekurangan dalam penyelenggaraan, harus diperbaiki. Kalau ada kelalaian, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Abo berharap panitia tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga menunjukkan tindakan nyata dalam membantu korban dan keluarga korban. Ia menilai tanggung jawab terhadap korban harus menjadi prioritas utama setelah terjadinya tragedi tersebut.

“Saya berharap panitia membuka komunikasi dengan keluarga korban, membantu proses penanganan korban dan memberikan informasi secara transparan. Jangan sampai keluarga korban merasa berjuang sendiri setelah musibah ini terjadi,” tambahnya.

Abo Mokoginta kembali mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Kotamobagu yang langsung turun ke lapangan. Ia berharap sikap tersebut diikuti seluruh pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara, aparat keamanan, tenaga medis, serta instansi teknis yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kita semua tentu berharap ini menjadi yang terakhir. Kegiatan otomotif boleh dilaksanakan, tetapi keselamatan peserta dan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan apapun,” pungkas Abo Mokoginta.(bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button