Minahasa TenggaraOlahraga

‎Pemberitaan Terkait Oknum Kasat Polres Mitra ‘Menghambur-hamburkan Uang’ di Iven Adventure itu Hoax!

Mitra, KOMENTAR-

‎Beredarnya pemberitaan yang dimuat oleh salah satu kanal berita terkait narasi yang menyebutkan oknum Kasat Polres Minahasa Tenggara, Joyke Batas yang “menghambur-hamburkan uang” saat iven Trail Adventure Basaan beberapa hari lalu, adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan yang diberitakan.

‎Setiap pemberitaan yang disampaikan ke publik harus berdasarkan fakta dilapangan, jangan hanya berasumsi sendiri demi menaikan popularitas.

‎Setiap pemberitaan harus adanya konfirmasi kepada tokoh yang diberitakan, agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, utuh, dan berimbang.

‎Terkait pemberitaan tersebut, tidak menggambarkan fakta yang sebenarnya. Uang yang diserahkan oleh oknum Kasat Polres yang juga selaku salah satu ketua Komisi di IMI Sulut, Joy Batas pada saat kegiatan bukanlah uang pribadi maupun berasal dari pihak lain sebagaimana dinarasikan dalam pemberitaan tersebut.

‎Penyerahan uang tersebut merupakan hadiah resmi dari panitia pelaksana kepada peserta yang berhasil menjadi pemenang pada sesi tanjakan berhadiah, yang memang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam iven Trail Adventure Basaan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kasat Polairud Polres Mitra, Joy Batas hanya menjalankan tugas untuk menyerahkan hadiah yang telah disiapkan oleh panitia kepada para pemenang.

‎Dengan demikian, penyebutan bahwa yang bersangkutan “menghambur-hamburkan uang” merupakan narasi yang tidak benar atau Hoax!

‎Selain itu, terdapat kekeliruan mendasar dalam pemberitaan tersebut, yaitu penyebutan bahwa kegiatan yang dimaksud merupakan kejuaraan motocross. Faktanya, kegiatan tersebut adalah iven Trail Adventure yang memiliki konsep, format pelaksanaan, serta regulasi yang berbeda dengan ajang motocross.

‎Kesalahan dalam mengidentifikasi jenis kegiatan menunjukkan kurangnya pemahaman dan ketelitian dalam penyusunan berita.

‎Judul pemberitaan juga dinilai lebih mengedepankan unsur sensasional dibandingkan penyajian informasi yang didukung data dan fakta yang akurat.

‎Dalam praktik jurnalistik, pemilihan judul seharusnya mencerminkan isi berita secara proporsional dan tidak menimbulkan persepsi yang dapat menggiring opini publik tanpa dasar yang jelas.

‎Menanggapi hal tersebut, Hendra Tumbel salah satu pelaksana Iven trail adventure mengatakan, kehadiran Joy Batas dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga karena yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Komisi Adventure IMI Sulawesi Utara.

‎”Dalam kapasitas tersebut, Joy Batas memiliki tugas dan kewenangan untuk melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap penyelenggaraan iven-iven adventure yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara, sehingga kehadirannya pada kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi organisasi otomotif di bawah naungan IMI,” ucapnya.

‎Oleh karena itu, dia berharap media dapat menyampaikan informasi secara profesional dengan mengedepankan prinsip verifikasi, akurasi, dan keberimbangan sebagaimana diamanatkan dalam Kode Etik Jurnalistik.

‎”Penyampaian informasi yang tidak didasarkan pada fakta yang lengkap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, serta merugikan nama baik pihak-pihak yang diberitakan,” ujarnya

‎Melalui klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kronologi sebenarnya, sehingga tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

‎Apalagi didalam pemberitaan media tersebut, mengaitkan nama seorang pengusaha pertambangan Kifly Sepang yang tidak ada sangkut pautnya dalam kegiatan.

‎”Itukan jelas, bahwa pemberitaan mengarah ke tujuan yang lain. Pada intinya tidak mendasar dan tidak sesuai dengan objek pemberitaan seharusnya,” pungkas fotografer handal Sulut ini.


‎(skt)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button