Kota BitungKota ManadoKota TomohonMinahasaMinahasa SelatanMinahasa TenggaraMinahasa Utara

PGLG Akan Lawan Penghambat Reformasi GMIM

Tomohon, HARIAN KOMENTAR-

Komunitas Pemuda GMIM Lintas Generasi (PGLG) melakukan diskusi dan sharing terbatas dengan Ketua BPMS GMIM Pdt DR Adolf Katuuk Wenas, MTeol, Rabu (27/5) malam, di rumah dinas Ketua BPMS GMIM, Tomohon.

Komunitas PGLG dipimpin oleh 2 mantan ketua Pemuda GMIM selama 2 periode, yang dikenal cukup kharismatik dan berpengaruh di Pemuda GMIM, yakni Drs Jermia Damongilala MSi, dan Ir. Marhanny VP. Pua, MSi.

Sedangkan Ketua BPMS didampingi wakil ketua Yudi Robot MH. Diskusi yang berlangsung hingga dini hari itu, berlangsung serius, membahas berbagai persoalan yang dihadapi GMIM, beserta solusi reformatif yang dilakukan oleh BPMS saat ini.

Selain itu, terungkap juga berbagai tantangan dan cenderung menjadi ancaman serius yang sedang dihadapi gereja di hari-hari ini, sebagaimana ungkapan hati Ketua BPMS. Padahal, selain melakukan berbagai agenda pembaharuan GMIM, BPMS bersama jajaran juga sementara berusaha memenuhi segala harapan dan permintaan berbagai pihak.

Sementara itu terungkap bahwa agenda utama perubahan GMIM yakni SMSI, sudah pasti dilakukan. Setelah melihat situasi dan kondisi yang ada dan mendasari pada aturan Tata Gereja GMIM 2021, maka ditetapkan SMSI dilaksanakan pada 6-8 Agustus 2026.

Beberapa kegiatan lain seperti penerimaan Vikaris, penetapan PO, mutasi pendeta, sudah dilakukan sesuai aturan. Demikian dengan pembenahan di beberapa organ di bawah GMIM juga telah dilakukan penataan. Semua itu dilakukan sesuai aturan dan koridor yang benar dan memperhatikan masukan banyak pihak.

Sehubungan dengan itu, forum diskusi sepakat menyatakan dan menyerukan agar semua komponen warga GMIM mendoakan dan mendukung upaya reformasi, perbaikan dan penataan yang dilakukan oleh Pdt Adolf Wenas dan jajarannya.

Jangan ganggu, rongrong apalagi menghambat proses kerja baik yang sedang dilakukan secara bertahap. “Siapa yang menghambat akan kami lawan. Kami akan ikut bersama mendukung dan mengawal proses reformasi yang sedang dilakukan secara bertahap, bermartabat, beretika dan sesuai aturan yang dilakukan oleh BPMS,” tegas Jermia Damongilala, mantan ketua Pemuda Remaja dan mantan ketua Pemuda GMIM 1985-1995.

Hanny Pua, Ketua Pemuda GMIM periode 1995-2005, yang 3 periode menjadi anggota DPD RI juga menegaskan, tidak boleh diberi ruang bagi yang menghambat agenda perbaikan gereja. “Siapapun dia, kami siap berada di garda terdepan melawan mereka yang menghambat perbaikan gereja. Kita semua cinta gereja. Maka cintailah gereja dengan cara memperbaikinya, jangan merongrong dengan dalih atau alasan apapun. Kekuatan manapun yang mengganggu gereja, kami siap menghadapinya,” tegas mantan direktur Politeknik Negeri Manado termuda di Indonesia ini.

Diskusi sepakat menyerukan semua warga gereja yang cinta gereja, mendoakan, mendukung dan mengawal proses reformasi gereja. Apalagi terungkap bahwa BPMS sedang mencari akuntan publik yang independen untuk memeriksa keuangan dan perbendaharaan Sinode GMIM. Sehingga semua proses pengelolaan GMIM teratur, tertib dan transparan serta akuntabel. Itulah sebabnya, semuanya itu harus didukung. Bukan dihambat dengan cara yang tidak mencerminkan nilai-nilai hidup Kekristenan.

Hadir juga dalam diskusi terbatas itu, Jackried Maluenseng, Fanny Kawung, Danny Kumajas, Roger Tangkulung, Erwin Sumampouw.

(*/hkn)💜

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button