19 Tahun Minahasa Tenggara: Deretan Problem yang belum tuntas dan Menjadi Prioritas Pemerintah
CATATAN: Chinot (Jurnalis Biro Mitra)

Ratahan, HKN –
23 Mei 2026, Minahasa Tenggara (Mitra) tepat menapaki usia 19 Tahun. Momentum ulang tahun ini seharusnya menjadi refleksi terhadap arah pembangunan daerah.
Sebagai daerah otonom yang lahir dengan semangat percepatan kesejahteraan masyarakat, Mitra memang menunjukkan sejumlah kemajuan.
Namun di balik perayaan hari ulang tahun ini, masyarakat juga masih diperhadapkan dengan berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Salah satu sorotan utama adalah persoalan pertambangan emas di Kecamatan Ratatotok. Pemerintah belum benar-benar hadir ditengah polemik yang terus terjadi didalam aktivitas pertambangan.
Masyarakat dan pelaku tambang yang menggantungkan hidupnya sebagai penambang hingga saat ini masih selalu terusik dengan intimidasi dan tekanan para penguasa pertambangan.
Mereka butuh kebijakan pemerintah dalam mengatasi gangguan-gangguan tersebut agar penambang dapat leluasa dengan nyaman mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Masalah lain pun masih terlihat pada pengembangan mental dan pergaulan anak seharusnya diharapkan menjadi penerus pembangunan bangsa, namun sering terlibat dalam pergaulan yang tidak seharusnya. Banyak anak-anak di bawah umur terlibat tawuran antar kelompok yang mengakibatkan terganggunya kenyamanan masyarakat diwaktu malam gingga dini hari. Masyarakat mengharapkan atensi khusus epmerintah dan pihak yang berwajib untuk dapat menjaga ketertiban dan memberikan kenyamanan.
Sementara itu, terkait dengan kelangkaan LPG bagi kebutuhan rumah tangga, serta BBM untuk para sopir yang menggantungkan hidup sebagai buruh angkutan material dan lain sebagainya. Banyaknya praktek mafia BBM menjadi keluhan bagi saopir-sopir serta pengguna BBM bersubsidi.
Ini juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran pemerintah. Persoalan mafia BBM ini menjadi persoalan yang sering disorot masyarakat,sehingga eprlu adanya ketegasan dan perhatian khusus.
Adapun masalah air bersih, dibeberapa wilayah bahkan nyaris hampir tidak merasakan pasokan air bersih.
Seperti yang dikeluhkan di wilayah Silian Raya. Pipa air yang sudah terpasang rapi di halaman warga Silian Utara namun tidak ada setetespun air yang mengalir.
Ini menjadi bukti nyata betapa sia-sianya proyek penyediaan air bersih yang dikerjakan pemerintah. Pipa dan keran sudah terpasang, terlihat selesai secara fisik, namun tidak setetes pun air mengalir dari sana. Kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan, sejak tanggung jawab proyek dialihkan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, namun tidak ada tanda-tanda akan diaktifkan.
Dalam bidang infrastruktur, hampir diseluruh wilayah Kabupaten Mitra akses jalannya mengalami kerusakan parah. Salah satu contohnya di jalan Ratahan-Tombatu, jalan rusak parah terlihat diseapnjang jalur, bahkan ada jalan yang berubah fungsi menjadi “kolam” ketika diguyur hujan. Sebagian kecil contoh kerusakan jalan tersebut menjadi simbol tantangan pembangunan infrastruktur di Mitra.
Jalan yang seharusnya menjadi akses vital masyarakat justru sering dikeluhkan karena kondisi rusak parah yang menghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Berbagai persoalan ini menunjukkan bahwa di usia ke-19 tahun, Mitra masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Masyarakat tentu berharap momentum ulang tahun ini bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang belum tuntas.
Mitra memiliki potensi besar disektor pertanian, perdagangan, perikanan dan pariwisata. Namun potensi tersebut membutuhkan keseriusan, konsistensi serta keberanian pemerintah.
Usia 19 tahun seharusnya sudah menjadi fase kedewasaan bagi sebuah daerah. Bukan sekadar merayakan perjalanan waktu, tetapi memastikan bahwa setiap pembangunan yang direncanakan benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat dan masa depan Minahasa Tenggara yang lebih maju, berdaya saing dan sejahtera kedepan.
Dirgahayu ke-19 tahun Kabupaten Minahasa Tenggara. Jadilah rumah dan tempat ternyaman bagi seluruh masyarakat.
(chinot)



