Dulu Lantang Menentang, Kini Diduga Jadi Tameng Pengusaha Tambang Ilegal Ratatotok

Mitra, KOMENTAR–
Ironi besar tengah menyelimuti jagat aktivis lingkungan di Minahasa Tenggara (Mitra). Ketua LSM Gemma Mitra, Vidi Ngatung yang selama ini dikenal sebagai sosok vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap perusakan alam akibat pertambangan ilegal, kini justru diterpa isu miring.
Ia diduga kuat telah beralih peran menjadi “tameng” atau pelindung aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Ratatotok.
Aktivitas pengerukan emas tanpa izin di kawasan Ratatotok memang kembali menjadi sorotan tajam.
Namun, yang membuat publik terperangah bukan hanya soal kerusakan hutan yang kian parah, melainkan keterlibatan oknum aktivis yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber tepercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, Vidi Ngatung dikabarkan kerap menampakkan diri di salah satu titik koordinat tambang ilegal yang berada di kawasan Kebun Raya Ratatotok.
“Sangat disayangkan. Dulu dia yang paling keras teriak soal aturan, sekarang wajahnya justru sering terlihat di lokasi tambang yang jelas-jelas tidak punya izin itu. “Ada kesan dia menjadi “tameng” agar aktivitas disana tetap berjalan mulus,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa.
Lahan Kebun Raya yang seharusnya menjadi zona konservasi kini diduga telah dijamah oleh alat-alat berat di bawah perlindungan oknum-oknum tertentu. Kehadiran figur ketua LSM di lokasi tersebut memicu spekulasi liar mengenai adanya upeti atau kesepakatan di bawah meja untuk meredam protes masyarakat.
Kasus ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas LSM Gemma Mitra. Jika dugaan ini terbukti benar, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan lingkungan hidup di Sulawesi Utara.
Masyarakat kini menanti keberanian aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapa pun yang berdiri di belakang tambang ilegal Ratatotok tanpa pandang bulu, termasuk mereka yang berlindung di balik jubah aktivis
(*/hkn)



