
Tondano,TRENDSULUT – Tiga paket proyek strategis Pemkab Minahasa dengan pagu anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih mengalami gagal tender. Akibatnya, realisasi anggaran APBD 2025 rendah dan pengadaan maupun pekerjaan fisik dipastikan mundur.
“Iya memang ada beberapa proyek yang gagal tender. Sementara persiapan tender ulang,” ujar Kapala Bagian BPJ Minahasa, Meldy Lumintang, pekan kemarin.
Ia mengatakan gagal tender sejumlah proyek itu memang sangat wajar melihat adanya masalah pada dokumen. Menurutnya dalam proses lelang, mesti dilakukan dengan ekstra hati-hati. Termasuk memastikan tak ada kesalahan satupun pada prosesnya.
“Jadi prosesnya sangat kentat. Lelang tender tidak berhasil disebabkan beberapa hal diantara dokumen administrasi perusahan yang ikut tender tidak lengkap,” ungkapnya.
Data media ini, tiga paket proyek strategis yang gagal lelang dua diantaranya pekerjaan infrastruktur yakni kontruksi Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan Desa Kombi, Kecamatan Kombi senilai Rp 1,2 miliar.
Paket ini sebetulnya sudah naik lelang sejak 14 Mei 2025. Namun gagal tender karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran. Sebetulnya ada 8 perusahaan yang mendaftar tapi hanya dua yang ikut lelang. Hasil evaluasi, dua perusahan yang bersaing yakni CV Muda Jaya Berkat (Nilai Penawaran – Rp1.197.950.052) dan PT Prima Abadi Makasiow (Nilai Penawaran-Rp1.104.750.040) dokumen teknis tidak memenuhi syarat.
Demikian proyek Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan IKK Pineleng senilai Rp 499 juta mengalami gagal tender. Proyek tersebut naik lelang sejak bulan Juni. Ada 12 perusahan yang daftar namun hanya satu perusahan yang serius memasukan nilai penawaran yakni CV Mikha Majesty Membangun dengan nilai penawaran Rp 491.635.665.
Satu proyek lainya batal tender yakni Jasa Konsultansi Perencanaan Pembangunan Laboratorium Kesehatan senilai Rp 387,5 juta.
Setelah pemberian waktu perpanjangan, tidak ada peserta yang menyampaikan data kualifikasi alias jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 3 peserta sehingga tenser pekerjaan tersebut batal dilaksanakan.
Hingga akhir Agustus 2025 total sudah 29 paket proyek yang naik lelang di LPSE Minahasa. Selain beberapa yang gagal tender, ada sejumlah proyek telah masuk tahap pelaksanaan, masa sanggah, maupun penandatanganan kontrak.
Kapala Bagian BPJ Minahasa, Meldy Lumintang, menambahkan semua Pemkab Minahasa menerapkan e-katalog inaproc untuk tender konstruksi di tahun anggaran 2025.
Sementara itu, warga pun berharap proyek-proyek yang tertunda tersebut dapat segera ditindaklanjuti. “Kalau bisa secepatnya agar supaya aggaran APBD terserap. Ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” harap Refly Salangka.(bly)



