Roycke Langie, Jenderal Bintang Dua yang Membawa Harapan Penegakan Hukum di Sulut

Irjen Pol Royke Langie
MANADO, KOMENTARNEWS – Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai tanah yang melahirkan banyak putra terbaik yang mengukir prestasi di berbagai bidang. Salah satunya di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Di antara para perwira tinggi asal Nyiur Melambai, nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H mencuri perhatian, menjadi salah satu sosok yang menorehkan perjalanan karier panjang hingga mencapai pangkat jenderal bintang dua aktiv.
Putra asli Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, kelahiran 24 November 1970 itu dipercaya memimpin Polda Sulawesi Utara sebagai Kapolda sejak 20 September 2024. Sebelumnya, Ia dipercaya mengemban jabatan Kakorbinmas Baharkam Polri.

Suami dari Joan Ferawati Koloay, SE ini, memiliki rekam jejak gemilang di Kepolisian. Karirnya di institusi Polri dibangun dari bawah. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dengan latar belakang Reserse tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang penegakan hukum dan keamanan.
Langkah awal pengabdiannya dimulai sebagai Kasat Serse Polres Indramayu Polda Jawa Barat pada 1995. Empat tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kanit Resmob Ditserse Polda Jawa Barat. Kariernya terus menanjak. Pada 2004, Roycke dipercaya menjadi Dankitar Akpol Lemdiklat Polri.
Selanjutnya, ia menjabat Kapolsek Metro Jagakarsa Polda Metro Jaya pada 2007, kemudian Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur pada 2008.
Pengalaman di lapangan tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Polri.
Dari Reserse hingga Operasi Nemangkawi
Nama Roycke Langie juga tidak asing dalam penanganan operasi keamanan di wilayah Papua.
Pada 2020, peraih penghargaan Bintang Bhayangkara oleh Presiden ini tercatat terlibat dalam Operasi Nemangkawi Polri. Saat itu, Roycke yang telah berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Operasi Nemangkawi.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana perjalanan kariernya tidak hanya ditempa melalui penanganan perkara kriminal, tetapi juga melalui tugas-tugas strategis dengan tingkat risiko dan tantangan tinggi.
Jejak kariernya semakin panjang ketika dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat, wilayah hukum yang memiliki kompleksitas tinggi dengan beragam persoalan keamanan dan penegakan hukum.
Ia kemudian dipercaya menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2021. Posisi tersebut menuntut kemampuan analisis hukum sekaligus pemahaman mendalam terhadap penanganan tindak pidana dalam skala nasional.
Pengalaman strategis itu semakin lengkap ketika Roycke mengemban amanah sebagai Wakapolda Bali, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polda Sulawesi Utara.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa Roycke Langie ke posisi sebagai salah satu putra Sulawesi Utara yang berhasil mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Dua bintang di pundaknya bukan sekadar simbol kepangkatan. Bagi masyarakat Sulawesi Utara, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa putra daerah mampu menembus jenjang tertinggi dalam institusi Polri.
Latar belakangnya yang kuat di bidang Reserse juga membuatnya dikenal memiliki pengalaman dalam menangani persoalan keamanan dan penegakan hukum, baik di tingkat kewilayahan maupun nasional.
Namun, tantangan sebagai Kapolda Sulut tentu tidak ringan. Sebagai daerah yang memiliki dinamika sosial, ekonomi, politik, serta persoalan hukum yang kompleks, Sulawesi Utara membutuhkan kepemimpinan yang tegas sekaligus mampu membaca situasi secara matang.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik mendapat penanganan aparat penegak hukum.
Salah satu yang mendapat sorotan adalah perkara yang menyeret nama tokoh sentral di lingkungan organisasi gereja GMIM. Penanganan perkara tersebut kemudian mendapat perhatian dari sejumlah aktivis dan elemen masyarakat sipil di Sulawesi Utara.
Sejumlah aktivis antikorupsi dan pegiat keadilan, di antaranya Calvin Castro, Yudistira Nusrin, Steven Kembuan, Boy Kusoy, Markus Wantania, Novry Lelet, Enny Umbas, dan Novry Ngare, menyampaikan apresiasi terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polda Sulut.
Calvin Castro, mewakili rekan-rekan aktivis lainnya, menilai keberanian aparat dalam mengusut perkara tanpa melihat latar belakang pihak yang diperiksa merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kasus-kasus yang dulu seakan takut tersentuh oleh hukum, kini di tangan Kapolda Roycke Langie bisa terungkap. Beliau tidak gentar, tidak pandang bulu. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab di hadapan hukum. Inilah sosok pemimpin yang selama ini kami nantikan,” ujar Calvin.
Apresiasi tersebut, menurut mereka, bukan sekadar bentuk pujian, tetapi juga menjadi ekspresi kepercayaan terhadap proses penegakan hukum yang berjalan.
Harapan Besar Masyarakat Nyiur Melambai
Kehadiran Roycke Langie sebagai Kapolda Sulut membawa harapan besar bagi masyarakat. Ketegasan dalam penegakan hukum menjadi salah satu aspek yang terus dinantikan publik.
Di tengah berbagai tantangan, masyarakat berharap hukum dapat ditegakkan secara profesional, transparan, dan tidak mengenal siapa yang berada di balik sebuah perkara.
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, perjalanan Roycke Langie dari seorang perwira muda hingga menjadi jenderal bintang dua merupakan kisah panjang tentang pengabdian.
Kini, sebagai putra daerah yang dipercaya memimpin institusi kepolisian di tanah kelahirannya, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan reputasi pribadi.
Lebih dari itu, ia dituntut membuktikan bahwa hukum benar-benar dapat berdiri di atas kepentingan siapa pun.
Dua bintang di pundak Roycke Langie pun bukan sekadar simbol kebanggaan. Di baliknya terdapat harapan besar masyarakat Nyiur Melambai agar hukum menjadi panglima, penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu, dan keadilan dapat dirasakan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.(Billy)
RIWAYAT JABATAN ;
- Kasat Serse Polres Indramayu Polda Jabar (1995)
- Kanit Resmob Ditserse Polda Jabar (1999)
- Kasubbagminops Ditserse Polda Jabar (2000)
- Dankitar Akpol Lemdiklat Polri (2004)
- Kasubbagmindik Ditakademik Akpol Lemdiklat Polri (2006)
- Kanit SDA & Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2006)
- Kapolsek Metro Jagakarsa Polda Metro Jaya (2007)
- Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim Polda Metro Jaya (2008)
- Kasubdit VI/Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya[4] (2010)
- Kapolres Kepulauan Yapen Polda Papua (2012)
- Kapolres Jayapura Polda Papua (2012)
- Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2014)
- Kasubbagbinfung Setpusinafis Bareskrim Polri[5] (2014)
- Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya (2015)
- Kapolres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya[6] (2016)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2017)
- Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2018)
- Karowassidik Bareskrim Polri[7] (2019)
- Wakapolda Bali[8] (2020)
- Analis Kebijakan Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri (2021)
- Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2021)
- Kakorbinmas Baharkam Polri (2023)
- Kapolda Sulawesi Utara (2024)
RIWAYAT PENDiDIKAN ;
Pendidikan kepolisian yang pernah ditempuhnya antara lain adalah PTIK (2004), SESPIM (2011), dan SESPIMTI (2018).



