Tragedi Drag Race Kotamobagu, 16 Orang Korban, Aktivis BMR Abo Mokoginta Desak Evaluasi Keselamatan dan Melakukan Penyelidikan Secara Transparan

Abo Mokoginta
KOTAMOBAGU, KOMENTARNEWS – Tragedi kecelakaan terjadi dalam ajang Muda Charaka Drag Race & Drag Bike Kotamobagu Bersahabat 2026 yang digelar di Sirkuit Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Minggu (9/8/2026). Insiden tersebut terjadi saat kegiatan berlangsung dan mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, sedikitnya 16 orang dilaporkan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Dari jumlah tersebut, 7 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis. Namun, jumlah korban meninggal dunia tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Peristiwa nahas tersebut sontak mengundang keprihatinan dan duka mendalam masyarakat Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya (BMR). Insiden yang terjadi dalam ajang olahraga otomotif tersebut menjadi perhatian serius mengingat banyaknya korban yang terdampak.
Aktivis BMR, Rahmat Mokoginta, pria yang akrab disapa Abo Mokoginta, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan, sementara para korban yang masih menjalani perawatan dapat segera memperoleh penanganan medis terbaik.

“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga saudara-saudara kita yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera mendapatkan pertolongan dan kesembuhan,” ujar Abo Mokoginta.
Abo Mokoginta juga meminta agar tragedi tersebut menjadi perhatian serius semua pihak, terutama terkait aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan otomotif.
Menurutnya, apabila sebuah kegiatan telah mendapatkan izin, maka seluruh ketentuan dan standar keselamatan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan harus benar-benar diterapkan dan diawasi di lapangan.
“Kita jangan terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan maupun menunjuk siapa yang bertanggung jawab. Tetapi dengan jumlah korban yang cukup banyak, tentu harus ada evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh. Kondisi lintasan, pembatas, posisi penonton, sistem pengamanan, kesiapan petugas, kendaraan, serta seluruh prosedur keselamatan harus diperiksa,” tegas Abo Mokoginta.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara profesional, transparan dan objektif untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian.
“Kita menghormati proses penyelidikan. Jangan ada pihak yang langsung dituduh sebelum fakta terungkap. Tetapi apabila kemudian ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan korban, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai hukum. Tragedi ini harus menjadi pelajaran agar keselamatan manusia selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan otomotif,” pungkas Abo Mokoginta.(bly)
Adapun Identitas Sementara Para Korban yang Telah Dievakuasi yaitu :
1. Di RS. Monompia :
– Harianti mokoginta, bilalang 3 Utara (MD)
– Nilawati Mokodongan, Pontodon Induk (MD).
– Hadi Toisi, Pangian barat (LB) .
– Ali Jojang, bilalang 4 (LB) .
– Murdani Pobela, bilalang baru (LB) .
– Muxin dondo, pontodon timur (LB) .
– Arhan mokoginta, bilalang 3 (LB)
– Rapiska Mokodongan, genggulang (LB) .
– Enjelia Lito, bilalang 3 (LB) .
– Prasetio Mokodongan, Pontodon (LR) .
2. Di RS Pobundayan :
– Lisma Mokoginta, Bilalang Utara (MD) .
– Ali Ponamon, Pontodon Induk (MD)
– Risna Longkun, Bilalang Baru (MD)
– Johar Mokoginta, Pontodon (MD)
– Biyo Mokoagow, Bilalang 3 (MD)
– Rina Longkun, Bilalang Baru (LB)
– Rugaina Menangis Bilalang IV (LB)
*ini Data Sumber Medsos dan Belum Diverifikasi.
* MD : Meninggal Dunia
* LB : Luka Berat



