Tragedi Drag Race Kotamobagu, 6 Orang Dikabarkan Meninggal dan Puluhan Luka-Luka, Panitia Diduga Lalai

Detik detik kendaraan hoda jazz menabrak kerumunan penonton
KOTAMOBAGU,KOMENTARNEWS –jang drag race yang digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, berakhir tragis. Insiden kecelakaan saat perlombaan dilaporkan menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, sedikitnya 16 orang menjadi korban, dengan enam orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis di RSUD Pobundayan.

Namun data yang di dapat media ini baru empat identitas korban yang berhasil di dapat. Yakni :
1. Januni Pusung, perempuan, 35 tahun, warga Desa Bilalang Baru.
2. Ali Ponamaon, laki-laki, 65 tahun, warga Desa Pontodon.
3. Bio Mokoagow, perempuan, 74 tahun, warga Desa Bilalang III.
4. Lisma Mokoginta, perempuan, 38 tahun, warga Desa Bilalang III.
Peristiwa tersebut terjadi ketika salah satu kendaraan peserta kehilangan kendali saat melaju dalam kecepatan tinggi. Kendaraan kemudian keluar dari jalur dan mengarah ke area penonton.
Sejumlah saksi menyebutkan, area lintasan dan penonton hanya dipisahkan menggunakan tali rafia serta balok kayu. Kondisi tersebut diduga membuat jarak antara lintasan dengan penonton relatif dekat.
Saat kendaraan keluar dari jalur, pembatas tersebut tidak mampu menghentikan laju kendaraan. Insiden pun menyebabkan sejumlah warga yang berada di sekitar lintasan ikut menjadi korban.
Kondisi keamanan penyelenggaraan kini menjadi sorotan. Namun, dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan aparat penegak hukum.
Informasi mengenai jumlah korban serta penyebab pasti kecelakaan juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian dan rumah sakit.
Kapolres setempat yang berada di lokasi disebut menyayangkan kondisi pengamanan lintasan. Polisi kemudian mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penanganan terhadap insiden tersebut.
Pihak penyelenggara juga disebut akan dimintai keterangan untuk mengetahui standar keamanan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut, termasuk pengaturan lintasan, jarak penonton, serta kesiapan petugas pengamanan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena kegiatan balap kendaraan memiliki risiko tinggi dan membutuhkan standar keselamatan yang memadai bagi peserta maupun penonton.
Hingga berita ini diterbitkan, masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian dan panitia penyelenggara terkait kronologi lengkap, jumlah pasti korban, serta langkah hukum yang akan dilakukan.(fai)



