DaerahMinahasa

Selisih Cuma 1 Suara, Lefrand Paat Menang Dramatis di Pilhut Ranotongkor

Lefrand J. Paat,

Tondano, KOMENTAR – Gelaran Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (17/06/2026), menyajikan drama yang menguras emosi. Alur cerita paling menegangkan bak film *thriller* terjadi di Desa Ranotongkor, Kecamatan Tombariri Timur.

Lefrand J. Paat, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Tomohon, akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melewati pertarungan super sengit yang ditentukan hanya oleh satu suara.

Persaingan Pilhut di Desa Ranotongkor diikuti oleh 5 calon yang memiliki kekuatan berimbang. Namun, tensi mulai memuncak dan membuat jantung para pendukung berdegup kencang saat penghitungan suara menyentuh angka 75 persen.

Pertarungan langsung mengerucut menjadi duel maut antara calon nomor urut 3, Regen R. Makal, dan nomor urut 4, Lefrand J. Paat (yang akrab disapa Didi).

Terbelenggu ketegangan, saling salib perolehan suara hanya berkisar 1-2 angka.Masing masing pendukung pun diterpa kegelisahan

Ketegangan mencapai puncaknya saat papan skor menunjukkan angka kembar: 190 sama. Padahal, surat suara yang tersisa di kotak hanya tinggal 25 lembar saja.

Lewat drama tikungan akhir yang menguras air mata dan keringat, Lefrand J. Paat,
akhirnya mengunci kemenangan dramatis dengan skor tipis: 200 suara, sementara Regen finis dengan 199 suara.

Sementara itu, tiga calon lainnya harus puas berada di posisi berikutnya, masing-masing dengan 156 suara (nomor urut 2), 113 suara (nomor urut 5), dan 86 suara (nomor urut 1), dari total 754 surat suara sah.

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Lefrand J. Paat. Ini adalah kali ketiga dirinya maju dalam kontestasi Pilhut setelah dua kali mencicipi kegagalan yang pahit. Kegigihannya inilah yang menyentuh hati warga.
“Tiga kali ikut Pilhut adalah bukti beliau punya keinginan kuat dan kesungguhan untuk membangun kampung. Ini yang membuat kami tak ragu mendukung beliau,” ungkap Johnly Wongkar, salah satu pendukung setianya.

Warga lainnya, Ferdy L., menambahkan bahwa motivasi Didi murni untuk mengabdi. “Pak Didi ekonominya sudah mapan. Tentu dia tinggal fokus membangun dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Meski menang lewat drama yang luar biasa, Lefrand “Didi” Paat tetap membumi. Ia memajang “ilmu padi” dan melihat kegagalannya di masa lalu sebagai proses pendewasaan yang disiapkan oleh Sang Pencipta.

“Usia saya baru 30-an tahun saat pertama jadi calon Kumtua. Mungkin waktu itu Tuhan melihat saya belum siap jadi pemimpin. Jadi semua ini, adalah karena Tuhan Yesus,” ungkap Didi dengan penuh rasa syukur.

Perjalanan panjang, kegigihan tanpa batas, dan akhir yang dramatis ini kini menempatkan Lefrand J. Paat sebagai Hukum Tua terpilih Desa Ranotongkor yang baru. Sebuah kemenangan satu suara yang akan terus dikenang dalam sejarah Pilhut Minahasa.(bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button