BolmongDaerahNasionalPolitik

Aktivis BMR Abo Mokoginta Kecam Pernyataan Calvin Castro, Jangan Kaitan Aksi Penolakan RTRW Dengan Isu DOB

Aktivis BMR Abo Mokoginta

BOLMONG RAYA, TRENDSULUT – Aktivis Bolaang Mongondow Raya (BMR), Rahmat Mokoginta yang akrab disapa Abo Mokoginta, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Yulius Selvanus Komaling dalam mendorong pengesahan RTRW Sulawesi Utara yang telah memperoleh persetujuan substansi dari Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Menurut Abo, penataan ruang merupakan kebutuhan mendesak demi kepastian hukum, keberlanjutan investasi, perlindungan lingkungan, serta kepastian bagi masyarakat, termasuk penambang rakyat di wilayah Bolaang Mongondow Raya dan Minahasa Tenggara.

Namun demikian, Abo menilai pernyataan Calvin Castro yang mengaitkan aksi penolakan RTRW dengan isu Daerah Otonomi Baru (DOB) adalah pandangan yang keliru dan tidak berdasar.

“Saya sebagai putra BMR mendukung penuh langkah Gubernur dalam menuntaskan RTRW demi kepastian hukum dan arah pembangunan daerah. Tetapi mengaitkan aksi penolakan dengan agenda DOB itu sangat tidak tepat. Jangan sampai opini seperti ini justru memperkeruh suasana dan memecah konsentrasi publik,” tegas Abo Mokoginta.

Ia menegaskan bahwa perjuangan DOB dan pembahasan RTRW adalah dua hal yang berbeda secara substansi maupun konteks. RTRW berbicara tentang tata ruang dan legalitas pemanfaatan wilayah, sementara DOB menyangkut aspirasi administratif dan pemerataan pembangunan.

Abo juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak membangun narasi yang dapat menimbulkan kecurigaan publik tanpa dasar yang kuat.

“Kita boleh berbeda pendapat, itu hak demokrasi. Tapi mari tetap objektif dan tidak menggiring opini yang belum tentu benar. Torang semua ingin Sulawesi Utara maju, BMR maju, dan masyarakat mendapat kepastian,” tambahnya.

Ia berharap aparat penegak hukum tetap bekerja profesional jika memang ada dugaan pelanggaran hukum, namun diskursus publik sebaiknya tetap dalam koridor data, regulasi, dan kepentingan masyarakat luas.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan bahwa RTRW ini benar-benar berpihak pada rakyat, menjaga lingkungan, serta memberi kepastian bagi investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jangan sampai isu lain ditarik-tarik sehingga fokus pembangunan menjadi bias,” pungkas Abo.

Pernyataan aktivis Calvin Castro (CC) juga mengundang reaksi kritikan dari kalangan aktivis BMR yang menggap pernyataan CC tersebut penuh dengan kontroversi.(bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button