
Boltara,KOMENTAR – Kasus dugaan pembunuhan di lokasi tambang emas Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, masih menyisakan tanda tanya besar. Orang tua korban, Palamolo Wartabone, mengungkapkan kekecewaannya karena belum ada kepastian terkait kasus ini sejak Februari 2026.
“Sudah dua bulan sejak anak kami, Candri Wartabone (21), ditemukan tidak bernyawa di lokasi tambang emas Desa Paku. Tapi, hingga kini belum ada pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Boltara,” kata Wartabone, Rabu (1/4/2026).
Wartabone menilai bahwa Polres Boltara terkesan lambat dalam menangani kasus ini. “Kami meminta keterbukaan aparat dalam menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada keluarga. Candri ditemukan dengan luka akibat benda tajam, ini menguatkan dugaan kekerasan. Tapi, proses pengungkapan belum menunjukkan titik terang,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Boltara, IPTU Mario Sopacoly, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan. “Proses penyidik sedang melakukan pengumpulan alat bukti untuk membuat terang perkara. Selanjutnya, akan melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka dalam waktu dekat,” jelas Mario. (EL)



