Kakanwil Ditjenpas Haposan Silalahi Tinjau Lapas Manado, Pastikan Pembinaan Kepribadian WDP Berjalan Baik

Kakanwil Ditjenpas Haposan Silalahi di Lapas Manado
Manado, KOMENTARNEWS – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara (Sulut) Haposan Silalahi melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado dalam rangka memantau secara langsung pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya program pembinaan kepribadian.

Pasca Kebakaran Gedung Gereja lalu pada hari Sabtu 22 Agustus 2026, Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau tempat kegiatan pembinaan kepribadian yang dilaksanakan di Lapas Manado khususnya kerohanian kristen yang sementara menggunakan Aula Blok.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku WBP agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Kalapas Manado menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara terarah, konsisten, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembinaan kepribadian diberikan melalui berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan aspek mental, spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum WBP.
“Kami memastikan pembinaan kepribadian tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan. Kami terus melakukan evaluasi agar setiap program pembinaan dapat berjalan optimal,” ujar Kalapas Manado.
Kunjungan Kakanwil juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Manado. Melalui monitoring secara langsung, diharapkan pelaksanaan pembinaan dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak positif terhadap proses reintegrasi sosial WBP.
Kalapas menegaskan bahwa Lapas Manado akan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin berkualitas.
Dengan pembinaan kepribadian yang berjalan baik, diharapkan WBP mampu meningkatkan kualitas diri, memiliki kesadaran untuk memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara.(bly) positif di tengah masyarakat.


