DaerahMinahasa

Bupati RD : Tugas Pertama Hukum Tua Terpilih, Hilangkan Perbedaan dan Rangkul Semua Warga

Robby Dondokambey

TONDANO, KOMENTAR – Euforia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak 2026 di Kabupaten Minahasa mulai mereda. Sebanyak 129 desa kini telah memiliki pemimpin baru yang akan mengemban amanah selama delapan tahun ke depan. Di tengah suasana pasca-pemilihan yang masih menyisakan dinamika dan perbedaan pilihan, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MM MAP (RD) mengingatkan para Hukum Tua (Kumtua) terpilih untuk segera menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat.

Menurut Bupati Robby Dondokambey, kemenangan dalam Pilhut bukanlah akhir dari sebuah kontestasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menyatukan warga dan membawa desa menuju kemajuan.

“Tugas para Hukum Tua terpilih nantinya adalah merangkul semua masyarakat dan bersama-sama membangun desa. Tugas pertama Hukum Tua terpilih, hilangkan perbedaan. Rangkul semua,” tegas RD kepada Manado Post, Senin (22/6).

Pesan tersebut disampaikan mengingat hingga kini pembahasan terkait hasil Pilhut masih menjadi topik hangat di berbagai kalangan masyarakat, baik dalam pertemuan keluarga, acara sosial, maupun media sosial. Namun, Bupati menilai kondisi itu merupakan bagian yang wajar dari proses demokrasi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setelah pemilihan selesai, tidak boleh lagi ada kelompok pemenang maupun kelompok yang kalah. Yang ada adalah masyarakat desa yang harus bersatu untuk mendukung pembangunan.

Menurut RD, siapapun yang dipercaya rakyat menjadi Hukum Tua adalah pilihan demokratis yang harus dihormati bersama. Karena itu, para Kumtua dituntut mampu menjadi pemimpin yang adil dan mengayomi seluruh warga tanpa memandang latar belakang maupun pilihan politik saat Pilhut.

Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah sekaligus berkat dari Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Ia juga meminta para Hukum Tua terpilih untuk membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat agar program pembangunan desa dapat berjalan maksimal.

“Harus bersinergi dengan pemerintah, baik daerah hingga ke pusat. Fokus untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati RD berharap masa kepemimpinan delapan tahun yang akan dijalani para Kumtua terpilih menjadi momentum emas memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di desa masing-masing. Perbedaan yang sempat muncul selama Pilhut harus ditinggalkan dan diganti dengan semangat gotong royong demi kemajuan bersama.

Dengan pelantikan yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang, masyarakat Minahasa kini menaruh harapan besar kepada para pemimpin desa terpilih untuk menghadirkan perubahan nyata, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kini, setelah pesta demokrasi usai, saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu. Sebab kemajuan desa tidak ditentukan oleh siapa yang menang dalam Pilhut, melainkan oleh seberapa kuat kebersamaan dibangun untuk mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (bly)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button