Bongkar ‘Intelektual Dader’ Kasus Korupsi Kominfo Sulut, ASN Diduga Jadi Aktor Utama

Jeffry Sorongan
Manado, KOMENTARNEWS – Gelombang kritik terhadap dugaan korupsi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Utara (Sulut) semakin memuncak. Para pegiat antikorupsi yakin, aksi pembobolan anggaran publikasi media yang tengah diselidiki Polda Sulut, tidak hanya dilakukan oleh pelaku lapangan, tetapi melibatkan aktor intelektual dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kominfo Sulut.
Aktivis antikorupsi, Jeffrey Sorongan, menegaskan bahwa sistem keuangan negara mustahil bisa bocor tanpa andil pengendali anggaran internal. Ia menuding adanya “intelektual dader” atau pelaku tindak pidana yang berada di belakang layar yang hingga kini justru masih dipertahankan dan diberikan jabatan strategis di Dinas Kominfo Sulut.
“Disparitas atau perbedaan angka yang begitu mencolok antara satu perusahaan media dan lainnya adalah indikasi kuat adanya pengatur dari pihak ASN yang mengendalikan anggaran,” ungkap Sorongan, Minggu (16/11/2025).
“Intelektual dader ini jelas bukan dari luar, tapi dari dalam instansi itu sendiri,” tegasnya.
Sorongan mendesak Polda Sulut mempercepat proses penyelidikan dan segera menetapkan tersangka, demi menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen Kapolda memberantas korupsi di Sulut.
“Jangan biarkan janji memberantas korupsi hanya jadi mimpi di atas kertas. Publik menunggu tindakan nyata aparat. Kasus Kominfo Sulut ini bukti bahwa korupsi sudah menjangkiti semua lini birokrasi,” pungkasnya.
Kasus dugaan korupsi di tubuh Kominfo Sulut menjadi sorotan karena dianggap mencoreng komitmen reformasi birokrasi dan transparansi anggaran di pemerintahan daerah.(bly)



