Pengawas Pertandingan Tawaang Futsal Cup 2026 Buka Suara soal Protes Baliling Team, Tegaskan Sudah Sesuai Regulasi

Rommy Sael
AMURANG, KOMENTARNEWS – Turnamen Tawaang Futsal Cup 2026, yang digelar dalam rangka HUT ke-16 Desa Tawaang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan berjalan lancar dan sukses hingga saat ini. Terkait protes Baliling Team Lewet ditanggapi Ketua Pengawas Pertandingan, Rommy Sael.

Rommy yang juga Ketua Komisi Wasit AFP (Asosiasi Futsal Provinsi) Sulut ini menegaskan pertandingan antara MDT FC kontra OWL FC pada 12 September 2026 yang berakhir dengan skor 16-1 untuk kemenangan MDT FC telah berjalan sesuai Regulasi panitia pelaksana Tawaang Futsal Cup
Menurut Rommy, perangkat pertandingan dan panitia telah menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Ia pun membantah tudingan bahwa pelaksanaan pertandingan tersebut menyalahi aturan regulasi panitia.
“Dalam pertandingan itu, panitia tidak menyalahi aturan. Pertandingan sudah berjalan dengan baik dan benar sesuai regulasi panitia Tawaang Futsal Cup,” tegas Rommy kepada media ini, Minggu (11/10/2026).
Rommy menjelaskan, persoalan yang diprotes Baliling Team Lewet berkaitan dengan dugaan kelebihan jumlah pemain yang didaftarkan OWL FC. Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak memengaruhi hasil pertandingan MDT FC melawan OWL FC.
Ia menyebut panitia penyelenggara telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi. Meski demikian, Rommy menilai hal tersebut tidak serta-merta membatalkan hasil pertandingan yang telah berlangsung.
“Panitia memang sudah meminta maaf atas kelalaian, tetapi itu tidak memengaruhi hasil pertandingan. Keputusan panitia tetap mengesahkan hasil pertandingan karena dinilai sudah sesuai regulasi,” ujarnya.
Rommy juga menilai protes Baliling Team Lewet terlalu berlebihan. Ia beralasan, OWL FC sendiri mengalami kekalahan saat menghadapi MDT FC, sementara Baliling Team Lewet juga gagal meraih hasil alias kalah dan gagal melaju ke babak 16 besar.
Menurut dia, apabila OWL FC memenangi pertandingan melawan MDT FC, persoalan tersebut akan memiliki konsekuensi berbeda dan perlu ditinjau berdasarkan regulasi yang berlaku.
Rommy turut menyinggung pertandingan antara MDT FC dan Baliling FC, ketika Baliling disebut masih memiliki peluang untuk lolos ke babak 16 besar. Namun, peluang tersebut kandas setelah Baliling FC kalah dari MDT FC dengan skor 1-5.
Hasil itu membuat Baliling Team Lewet tidak berhasil melanjutkan langkah ke babak berikutnya. Rommy menilai kegagalan tersebut semestinya dievaluasi dari sisi performa tim, bukan semata-mata dikaitkan dengan persoalan regulasi pemain.
“Tim Baliling Lewet sebenarnya harus melihat mengapa mereka tidak menang melawan MDT. Menurut saya, itu merupakan evaluasi terhadap tim sendiri, bukan kemudian menyalahkan panitia,” katanya.
Ia juga menyayangkan protes yang menurutnya telah mengarah pada persoalan nama baik Ketua AFP Sulut, Meivo Rumengan.
Rommy Sael juga menegaskan seluruh perangkat pertandingan telah bekerja secara independen. Ia membantah keras tuduhan yang menyebut perangkat pertandingan tidak netral dalam pelaksanaan Tawaang Futsal Cup 2026.
Rommy, yang juga merupakan wasit futsal berlisensi PSSI sekaligus pengawas pertandingan Tawaang Futsal Cup, menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar pertandingan antarkampung atau tarkam tanpa pengawasan organisasi.
Menurutnya, Tawaang Futsal Cup 2026 merupakan kegiatan yang memperoleh rekomendasi resmi dari AFP Sulut dan melibatkan wasit berlisensi PSSI.
“Tawaang Futsal Cup 2026 bukan pertandingan tarkam. Ini pertandingan resmi karena sudah mendapat rekomendasi dari AFP Sulut di bawah pimpinan Ketua Meivo Rumengan. Perangkat pertandingan juga telah menjalankan tugasnya,” tegasnya.(bly)


