HukrimMinahasa Selatan

Memalukan! Diduga Mabuk, Oknum Anggota URC Polres Minsel Bentrok dengan Warga

Amurang, KOMENTAR-

Dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan sejumlah oknum anggota Tim URC Tawon Polres Minahasa Selatan (Minsel) menjadi sorotan.

Dalam insiden yang dilaporkan terjadi di Kelurahan Bitung, Minsel, warga mengaku mengalami pemukulan menggunakan senjata api oleh oknum anggota, sementara suara tembakan disebut terdengar berulang kali di lokasi kejadian, Jumat (23/10/2026).

Oplus_131072

Peristiwa ini memunculkan tuntutan agar kepolisian mengusut secara transparan dugaan pelanggaran prosedur maupun penggunaan senjata api oleh personel di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan sejumlah warga menyebutkan, insiden bermula ketika beberapa anggota Tim URC Tawon mendatangi sekelompok anak muda yang sedang duduk di salah satu rumah warga.

Kedatangan mereka diduga berkaitan dengan peristiwa pelemparan batu ke mobil patroli yang disebut dilakukan oleh seseorang mengenakan kaus putih.

Saat ditanya mengenai kejadian tersebut, sejumlah warga mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pelemparan. Namun, menurut keterangan warga, situasi kemudian memanas setelah salah satu anggota diduga memukul seorang warga dengan menggunakan senjata.

Keributan itu mengundang perhatian warga lain yang keluar dari rumah masing-masing. Ketegangan antara warga dan anggota kepolisian pun disebut berlanjut di sekitar lokasi.

Selain dugaan pelepasan tembakan, dua warga dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan yang menurut keterangan warga berkaitan dengan hantaman benda keras yang diduga merupakan senjata api.

Dugaan insiden ini tidak cukup disikapi hanya sebagai persoalan ketegangan antara petugas dan masyarakat. Jika terbukti terjadi pemukulan, penggunaan senjata api di luar prosedur, atau tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan, peristiwa tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme penegakan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, pemeriksaan juga harus mengungkap secara utuh latar belakang kedatangan petugas, dugaan pelemparan batu terhadap mobil patroli, serta tindakan masing-masing pihak sebelum dan selama insiden berlangsung.

Kapolres Minsel, AKBP David Candra Babega ketika redaksi media ini melakukan konfirmasi mengatakan, anggota tim yang terlibat dalam insiden tersebut telah ditangani Propam.

“Saat ini anggota sudah dalam penanganan Propam,” singkat Kapolres melalui pesan WA.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, petugas mengamankan satu orang yang diduga melakukan provokasi serta menemukan sembilan buah panah wayer di tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, seorang anggota patroli dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena panah wayer dan saat ini sedang menjalani pengobatan.

Temuan tersebut menjadi bagian dari penanganan yang perlu didalami lebih lanjut guna mengungkap kronologi kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang sah.

Seluruh pihak tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

(*/skt)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button