HUT ke-19 Sitaro, Momentum Bangkit dari Tantangan

Sitaro, HARIAN KOMENTAR-
Rapat Paripurna DPRD dalam rangka peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin (01/06/2026) dipimpin oleh Plt. Ketua DPRD Ronald Takarendehang.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang diwakili Asisten, Fransiscus Manumpil dalam sambutannya mengatakan, peringatan HUT ke-19 Kabupaten Sitaro ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen pembangunan daerah.
Suasana sidang paripurna berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Momentum peringatan ulang tahun daerah kali ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan Kabupaten Sitaro sejak resmi berdiri pada 23 Mei 2007.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiscus Manumpil menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro yang merayakan usia ke-19 tahun daerah tersebut.
“Kiranya momentum ulang tahun ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat pelayanan, serta memperteguh komitmen semangat bersama dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar Manumpil membacakan sambutan gubernur.
Tema peringatan tahun ini, ‘Sitaro Pulih, Bersatu dan Bangkit’, menjadi fokus utama dalam sambutan tersebut.
Menurutnya, tema itu bukan sekadar slogan seremonial, melainkan cerminan semangat masyarakat Sitaro dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang silih berganti.
Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Sitaro dihadapkan pada berbagai ujian, mulai dari dampak bencana alam, tekanan ekonomi hingga berbagai persoalan sosial yang menguji ketahanan daerah dan masyarakat.
Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik unik, Kabupaten Sitaro dikenal memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun di sisi lain, kondisi geografis juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.
Kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan Gunung Karangetang dan Gunung Ruang dinilai telah membentuk karakter masyarakat yang tangguh, waspada, serta memiliki semangat gotong royong yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa kata ‘Pulih’ mengandung makna penting tentang upaya berkelanjutan untuk memulihkan seluruh sektor kehidupan masyarakat pasca berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Pemulihan ekonomi, pelayanan publik, infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat disebut harus menjadi agenda utama yang terus diperjuangkan oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah tidak boleh berhenti bekerja, dan masyarakat tidak boleh kehilangan harapan,” tegasnya.
Sementara itu, kata ‘Bersatu’ menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak akan berhasil tanpa adanya kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
Perbedaan pandangan, latar belakang maupun pilihan politik, menurut gubernur, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Sitaro.
Pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga seluruh komponen masyarakat diharapkan terus berjalan bersama demi mewujudkan kemajuan daerah.
Adapun kata ‘Bangkit’ dimaknai sebagai simbol optimisme dan keberanian untuk melangkah lebih maju menuju masa depan yang lebih baik.
Bangkit berarti menghadirkan inovasi, kerja keras dan semangat baru untuk membawa Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi daerah kepulauan yang maju, mandiri dan sejahtera.
Dalam perjalanan selama 19 tahun, Kabupaten Sitaro dinilai telah menunjukkan berbagai kemajuan di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perikanan hingga pelayanan publik.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama seluruh elemen masyarakat.
Beberapa prestasi yang mendapat perhatian antara lain penghargaan dari KPPN Tahuna atas kinerja terbaik dalam penyaluran Dana Desa dan Dana Alokasi Khusus Fisik Semester I Tahun Anggaran 2025.
Selain itu, Sitaro juga meraih penghargaan dalam Anugerah Mapalus Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025 yang menunjukkan komitmen daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Prestasi lainnya datang dari Program Bangga Kencana Tahun 2025, di mana Kabupaten Sitaro menjadi daerah dengan capaian Operasional Keluarga Berencana tertinggi dalam kategori bantuan tahun anggaran tersebut.
Tidak hanya itu, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 turut menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat daerah berpuas diri. Masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Tantangan tersebut meliputi konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi masyarakat, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan lapangan pekerjaan bagi generasi muda serta penguatan layanan kesehatan.
Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah diminta terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar.
Menutup sambutan gubernur, Fransiscus Manumpil mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai daerahnya, menjaga kerukunan, merawat kekayaan alam serta menjadikan semangat ‘Sitaro Pulih, Bersatu dan Bangkit’ sebagai energi kolektif menuju masa depan yang lebih maju, kuat dan sejahtera.
“Selamat HUT ke-19 Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah pengabdian kita demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(*/hkn)



