Tinjau Program Pembinaan Kemandirian Lapas Amurang, Kakanwil Ditjenpas Haposan Silalahi Lepas 1.200 Bibit Ikan Nila dan Ayam Petelur

Kakanwil Ditjenpas Haposan Silalahi Bersama Jajaran dan Kalapas Amurang
AMURANG, KOMENTARNEWS –Kepala Kantor Wilayah Dl(Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara (Sulut), Haposan Silalahi, A.Md., S.Sos., MH meninjau program Ketahan Pangan dan Pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Amurang, Senin (03/08/2026).

Pada kegiatan yang dirangkaikan dengan media gathering tersebut, Haposan Silalahi melepas 1.500 bibit ikan nila.dan meresmikan peternakan 500 ekor ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Amurang.
Sarana Asimilasi dan Edukasi merupakan terobosan Lapas Amurang sebagai bentuk komitmen mendukung program ketahanan pangan dan mengimplementasi program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.
Pada kesempatan itu, rombongan Haposan Silalahi bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Sulut dan Kepala Lapas Kelas III Amurang Eduard A. Robertus Kaligis, S.Sos. juga melakukan panen hasil pertanian berupa terong, ketimun dan kacang panjang.
Turut hadir mendampingi Kakanwil, Kabag Tata Usaha dan Umum Julius Paath, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Zulkarnain, serta Plt. Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Roni Rumondor.
Haposan Silalahi menegaskan, bahwa program budidaya ikan air tawar dan peternakan ayam petelur bukan sekadar menghasilkan produk pangan, tetapi menjadi bagian penting dari pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.masa tahanan.
“Semoga ayam ini dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan banyak telur, begitu juga budidaya ikan nila dalam tiga bulan ke depan sudah bisa dipanen. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga binaan lapas maupun dipasarkan di jual ke vendor. Tapi yang paling penting, warga binaan memperoleh keterampilan yang menjadi bekal ketika selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Haposan.
Pada kesempatan tersebut, Ia memuji lahan sarana asimilasi dan edukasi yang dimiliki Lapas Amurang yang memiliki areal yang cukup bagus dan luas serta asri. “Ini berbeda dengan Lapas lainya. Cukup bagus dan luas.Sangat luar biasa untuk Kalapas Amurang,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa warga binaan harus dipandang sebagai subjek pembinaan yang diberikan kesempatan memperoleh ilmu, keterampilan, dan pengalaman kerja, sehingga setelah selesai menjalani masa pidana mereka mampu hidup mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Keberhasilan Lapas Amurang menghadirkan kawasan produktif itu berawal dari pemanfaatan lahan kosong di lingkungan lapas yang sebelumnya belum digunakan secara maksimal. Kini kawasan tersebut telah disulap menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi yang produktif dan menarik.
Di lokasi tersebut telah dibangun empat kolam budidaya ikan nila dengan berbagai ukuran, kandang ayam petelur, lahan tanaman padi, cabai, serta kebun sayuran yang sebelumnya telah menghasilkan terong dan kacang panjang.
Kepala Lapas Kelas III Amurang, Eduard A. Robertus Kaligis, S.Sos., mengatakan seluruh kegiatan mulai dari pembangunan, perawatan hingga pengelolaan hasil produksi melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
“Inovasi pembinaan di sektor perikanan, peternakan, dan pertanian ini seluruhnya melibatkan warga binaan. Kami ingin program ini tidak hanya menjadi aktivitas pembinaan semata, tetapi benar-benar memberikan keterampilan yang nyata sehingga mereka memiliki bekal ketrampilan ketika kembali ke masyarakat,” kata Kaligis.
Dikatakan Kaligis, untuk budidaya cabai sudah tiga kali panen dengan dengan hasil empat kilogram cabai. Budidaya ikan nila sudah satu kali panen. “Untuk padi belum panen karena masih umur dua bulan. Demikian juga ayam petelur sekitar tiga minggu lagi sudah bisa menghasilkan telur,” bebernya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kakanwil Ditjen PAS Sulawesi Utara beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan program pembinaan di Lapas Amurang.
“Kehadiran Bapak Kepala Kantor Wilayah bersama rombongan menjadi motivasi besar bagi seluruh jajaran Lapas Kelas III Amurang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan kinerja pemasyarakatan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih profesional, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (bly)



